WAKIL KETUA KOMISI III DPR SAHRONI VIRAL LAGI, KALI INI KARENA CANDAAN BERNADA SEKSIS KEPADA GUBERNUR SHERLY TJOANDA.

 Hukum, Nasional

Jakarta, MATAPOST.COM.

Wah di guncang gosip Ibu Gubenur di gosipkan oleh medsos, bahwa Ahmad Sahroni rupanya belum selesai dengan kontroversi.

Sekelompok warga tim sukses ibu Gubernur tak terima Sahroni bilang Begini.

“Tante cantik ini bisa layani”, ucapnya Sahroni

Tidak sampai setahun setelah ia kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, setelah sebelumnya menjalani sanksi etik selama enam bulan akibat ucapan “orang tolol” yang membakar opini publik.

Nama politikus Partai NasDem dari dapil Jakarta III itu kembali ramai diperbincangkan.

Kali ini bukan soal kritik terhadap DPR, melainkan soal sebuah kalimat yang ia lontarkan di hadapan publik kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Kejadiannya berlangsung saat kunjungan kerja reses Komisi III DPR RI Masa Sidang V Tahun 2025–2026 ke Maluku Utara, Kamis, 23 Juli 2026.

Rombongan diterima di Bela Hotel Ternate, didampingi langsung oleh Gubernur Sherly bersama mitra kerja penegak hukum setempat Polda Maluku Utara dan Kejati Maluku Utara.

Dalam sambutan yang ia sampaikan, Sahroni melontarkan kalimat yang kemudian direkam dan beredar luas di media sosial:

“Kami kunjungan kerja sekaligus mengunjungi Gubernur Maluku, tante cantik ini yang siap menerima kunjungan dari para laki-laki yang ada di Republik ini. Dan kami tunggu anda di Bella Hotel Ternate.”

Kalimat itu, yang tampaknya dimaksudkan sebagai candaan penyambutan, langsung menuai reaksi keras di platform X (Twitter). Banyak pengguna media sosial menilai pernyataan tersebut.

Mengandung unsur seksisme yakni penggunaan kata atau frasa yang meremehkan atau merendahkan seseorang berdasarkan gender.

Sherly Tjoanda adalah Gubernur Maluku Utara yang baru menjabat sejak 20 Februari 2025, sekaligus gubernur perempuan pertama dalam sejarah provinsi tersebut.

Seksisme yang menyasar pemimpin perempuan bukan isu sepele.

Ketika seorang pejabat laki-laki memframing kolega perempuannya dalam konteks daya tarik fisik dan kesediaan “menerima laki-laki”, terlepas dari niat bercandanya, bisa mengusik.

Hal ini framing itu menempatkan perempuan pada posisi subordinat bukan sebagai pemimpin yang setara.

Warta Kota mencoba mengonfirmasi pernyataan Sahroni melalui pesan pribadi di Instagram, namun hingga berita diterbitkan belum mendapat respons.

Ini bukan pertama kalinya Sahroni tersandung kontroversi ucapan.

Pada Agustus 2025, ia sempat menyebut pihak yang mengkritik DPR sebagai “orang tolol,” yang berujung pada sanksi enam bulan nonaktif dari Mahkamah Kehormatan Dewan.

Pencopotan sementara dari Fraksi NasDem, dan puncaknya rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah massa. Ia baru kembali ke kursi pimpinan Komisi III pada 10 Maret 2026.

Sherly Tjoanda sendiri belum memberikan pernyataan publik terkait insiden ini.

“Kami minta di proses hukum, Sahroni bikin ulah lagi”, kata warga setempat, dikutip medsos dan WhatsApp group.

Menurut dia, Sahroni tak kapok-kapok, kali ini harus di penjarahkan ini masalah wanita.

(NengS)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan