Diduga Mantan Menteri Pendidikan Nasional Nadien masuk penjarah, yang bos-bos kabur.

 Ekonomi, Hukum

JAKARTA, MATAPOST.COM.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional Nadien masuk penjarah, diduga yang lain tak kena jerat hukum, jakarta, selasa (26/05).

Diduga Mantan Menteri Pendidikan Nasional Nadien masuk penjarah, yang bos-bos kabur.

Seharusnya dari pengadaan barang dan jasa dan sampai tender harus masuk penjarah.

Malang nian, Nadiem masuk sendiri.

Yang lain pada kemana?.

Menurut informasi pihak tipikor akan melakukan kroscek, apakah betul nadien sendiri yang berbuat.

Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri membongkar adanya indikasi manipulasi opini publik.

Secara masif yang dirancang untuk menutupi kebobrokan proyek pengadaan laptop Chromebook di era Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

P2G menegaskan bahwa langkah berani Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut tuntas skandal korupsi triliunan rupiah ini.

Bukan sekadar penegakan hukum administratif, melainkan sebuah upaya untuk menuntut kembali hak-hak anak bangsa di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang anggarannya dirampok atas nama digitalisasi.

Dalam pemaparannya, Iman merasa prihatin dengan adanya upaya menggiring opini publik dalam kasus korupsi anggaran pendidikan, dikutip media sosial.

Narasi “kriminalisasi terhadap kebijakan inovatif” telah membuat publik melupakan kebijakan-kebijakan digitalisasi era Nadiem Makarim yang menyengsarakan guru.

Selain menjadi beban digital, Nadiem memang pernah mengusulkan penghapusan tunjangan profesi guru melalui RUU Sisdiknas 2022.

“Untung saja digagalkan banyak pihak, termasuk organisasi profesi guru,” ungkap Iman.

Ada beberapa aktivis tentang menyorot kasus Nadiem yang pento dan petinggi itu njuga harus di tangkap.

Dari pengadaan barang dan jasa sampai pemenang tender harus juga di tangkap ulang dan Ide yang pembuat komitmen terhadap proyek digital ini perlu di tangkap juga.

Bahkan otak intelek tual juga di periksa.

Ada kabar dari informasi, ia bukan sendiri, tetapi pelaksanaan juga tak sesuai proyek yang di bagikan dan suplay barang leptop juga tak transparan.

“Kami berharap pada pengadilan Tipikor harus di tuntaskan semua”, ujarnya Hardiasyah Wardiman, SH,.MH aktivis.

(gadis)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan