Jika Gubenur, Walikota dan Bupati Tabgkap saja, karena korupsi kejahatan.

 Ekonomi, Nasional

JAKARTA, MATAPOST.COM.

Percuma gaji penjabat daerah seperti Gubenur, walikota dan Bupati dinaikan juga tidak ada pengaruh.

Madalahnya orang korupsi itu sudah ada niat, jika sudah bisa mengintung keutungan ia mulai korupsi.

Selai gaji ia sudah ada tunjang jabatan, tunjang kinerja, terus apa hubungan naik gaji.

Ia itu, orangnya korupsi sudah ada niat untuk memperkaya diri dari keutungan masa jabatannya.

“Saya berpendapat, jika Gubenur, Walikota dan Bupati ia tangksp dan jebloskan ke penjarah”, tuturnya Raden Indra, SH,.MH aktivis hukum.

Ia menilai, bahwa watak dan berpikir hidup enak, dengan cara apa saja ia lakuja.

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai usulan kenaikan gaji kepala daerah tidak memiliki korelasi langsung dengan perilaku koruptif.

Plh Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein menjelaskan, hal tersebut juga menjadi temuan Litbang KPK.

“Tapi itu pun juga sudah ada beberapa kajian-kajian yang juga sudah dilakukan oleh teman-teman di Litbang KPK, dikutip media sosial.

Pastikan, bahwa tidak ada korelasi langsung gitu antara naiknya gaji seorang pejabat negara dengan perilaku-perilaku korupsi.

Jika korupsi, tidak ada hubungannya yang kami temukan modus-modusnya ya tetap tetap saja ada begitu,” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026) tengah malam

“Kembali ke integritas masing-masing pejabat negaranya,” ujar Taufik.

Oleh karenanya, KPK meminta usulan kenaikan gaji untuk kepala daerah ditanyakan ke Kementerian Keuangan.

(Gadis)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan