BARANG BUKTI KARTER DAN BALOK KAYU MILIK KORBAN ADA DALAM DAKWAAN TIDAK DI JADIKAN BARANG BUKTI OLEH JPU.

 Ekonomi, Hukum

Tangerang, matapost.com.

Sidang lanjutan kasus perkelahian mengakibatkan penantang meninggal di loksasi JPU Martien,. S.H menghadirkan saksi fakta yang melihat dari awal sampai terjatuhnya penantang Taufik Hidayat bersimnah darah di pelipis kepalanya, Sidang di Kota Tangerang, Banten, rabu (07/01).

Saksi erwinayudi waria bekerja di salon mengenal korban dan terdakwa mangkal sebagai tambal ban di kolong tol jatake bitung, Kejadian rabu jam 10 malam 2025.

Saksi lagi didpan warung ada keributan antara terdakwa Bintoni Tamba dengan topik hidayat sama sama pekerja tambal ban juga sama sama sekampung dari sumatra.

Keributan kedua memakai bahasa batak karo ujar saksi yang tidak mengerti bahasa ke duanya. tidak tau apa yang di katakan.

Kejadian di bawah jembatan tol bitung ujar waria memgaku laki laki tulen tapi di panggil ibu. Oleh majelis hakim Basuki SH

Terdakwa Tamba nyamperin saksi Erwinayudi, awalnya cecok mulut biasa, Tamba menyebrang jalan dan di ikuyin korban Taufik tetapi agak jauhan.

Tiba tiba terdakwa dan taufik hidayat buka baju lalu saling tonjok Saksi ketakutan lari minta tolong ke Renggo

Berkelahi selama 15 menit saksi hanya jadi penonton sendirian. Kerika ada orang lewat.

“Di mintai tolong malah ikut menonton, Taufik hidayat jatuh tergeletak pelipisnya berdarah”, ujar saksi di hadapan majelis hakim.

Sedangkan Bintoni Tamba pergi begitu saja entah kemana.

“Karna saya takut saya juga lari ikut pergi”, ujar sakai waria ini dalam persidanagn kasus pembunuhan di kolong jembatan tol bitung.

Renggo datang setelah Tofik hidayat jatuh tekapar, sedangkan terdakwa pergi begitu saja.

Terdakwa dan korban berteman sama sama sekampung sma sama satu kampung urai Erwinayudi

Saksi polisi Rudi prastiyo di kasih tau dari polsek curug. Padahal saksi bertugas di polres Tangerang selatan.

Kejadian tanggal 31 juli hari kamis Jam 2 pagi tim opsnal reskrim polres Tangerang selatan menurunkan 3 team ke lokasi.

Korban sudah di larikan ke rumah sakit dan mendengar korban Taifik sudah meninggal.

Bintoni tamba. Tanggal 4 Agustus pelaku ada di jalan Kopo purwakarta jawa barat
Awalnya saksi mendaoat info kalau Pelaku Bintoni Tamba ada di karawang ketika di telusuri posisi sudah ada di purwakarta Ketika di tangkap Bintoni Tamba sedang minta bantuan bekerja di tambal ban yg tidak di kenal.

Bintoni Tamba dan Taufik ada dendam pribadi karna pembagian hasil pencurian ban serep truk tidak merata.

Ketika dapat mencuri ban di jual laku 1 juta Bintoni Tamba hanya di kasih 200Ribu.

Bintoni ketika mau di tangkap saya panggil pak bintoni tamba dia nyampirin kami lalu menangis menyesal ujar sakai polisi.

Jpu Martien memperliharkan barang bukti Batu pecahan dan pakaian korban Taufik di benarkan oleh saksi polisi.

“Terdakwa ketika ditangkap pro aktip, ketika di panggil saksi polisi yang menangkap”, Tamba.

Terdakwa menoleh lalu menangis dan mengakui merasa menyesal.

Alasanya hanya hasil mencuri ban serep truk tidak merata, korban di pukul pakai batu karna tidak mau berhenti dan mengajak berkelahi sampai ada yang kalah.

Saksi Erwinayudi melihat tidak ada alat benda untuk memukul. Karna sama sama membuka baju.

Jpu Barang bukti batu 1 pecah menjadi 3 sedangkan saksi taunya batu di lokasi banyak tapi kecil kecil lebih kecil dari pada batu yang di jadikan barang bukti.

Bintoni Tamba tidak keberatan dengan 2 saksi.

Kuasa hukum terdakwa minta barang bukti kayu supaya di hadirkan.

Barang bukti yang di bawa jaksa pakaian, sendal jepit dan batu aspal yang sudah pecah 3 bagian. Menurut kuasa hukum terdakwa di dakwaan ada alat bukti kayu.

Terdakwa Bintoni Tamba di jerat Pasal 338, ujar Hendry sh dan edwin sh. Penasehat hukum terdakwa.

Dalam dakwaan jpu ada kayu dan karter, korban Taufik hidayat membawa kayu sama karter.

Dari situ Tamba lari karna ketakutan melihat karter yang di bawa korban, kelain membawa karter kirban Taufok juga bawa balok kayu di belakang punggungnya.

“Terdakwa Bintoni Tamba di pukul lebih dulu oleh korban”, ujar Hendry dan Erwin diluar sidang.

Setelah cabut karter korban sesumbar lu langkahi dulu dah mayat gue.

“Terdakwa Tamba sebenarnta takut sama korban Taufik, karna kesal di tantangi terus akirnya tantangan kirban Taufik di layani ujar oenasehat hukum terdakwa”, katanya.

(Redmatapost.com)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan