Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer diharapkan sudah dapat mulai beroperasi paling lambat September atau Oktober 2026.

 Ekonomi, Elotronik

Tangerang, MATAPOST.COM.

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Kampus UNITOP dan Kampus Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang untuk meninjau kesiapan pembentukan dua perguruan tinggi vokasi baru, Selasa (19/05/26).

Kunjungan tim tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.

Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan dua perguruan tinggi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat di sektor industri dan kesehatan.

Kampus Universal Tourism Polytechnic (UNITOP) akan fokus pada bidang hospitality.

Sedangkan Polytechnic Volunteer di bawah Yayasan PMI Kabupaten Tangerang akan fokus pada pendidikan kesehatan vokasi.

Menurut Soma, pendidikan vokasi memiliki karakteristik berbeda dibanding perguruan tinggi pada umumnya karena menitikberatkan pembelajaran praktik sebesar 70 hingga 80 persen dan teori sekitar 20 hingga 30 persen.

“Kedua kampus ini memang disiapkan agar lulusannya langsung siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Tangerang saat ini berkembang menjadi pusat industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dengan pertumbuhan hotel, kafe, ruang konferensi, dan event nasional maupun internasional yang terus meningkat.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sumber daya manusia profesional di bidang hospitality dan pengelolaan event.

“Banyak industri hospitality berkembang di Kabupaten Tangerang. Karena itu, kami harus menyiapkan tenaga profesional yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional maupun internasional,” ujarnya

Selain sektor pariwisata, Pemkab Tangerang juga mendorong penguatan pendidikan vokasi kesehatan melalui Polytechnic Volunteer.

Jurusan yang direncanakan meliputi teknologi bandara, fisioterapi, dan gizi yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi di rumah sakit, klinik, dan lembaga pelayanan kesehatan lainnya

Soma menambahkan, sekolah vokasi dengan fokus teknologi bandara dan kesehatan masih sangat terbatas di Indonesia.

Kehadiran politeknik tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional, khususnya di lingkungan PMI dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong lahirnya dua politeknik baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menyebut saat ini di Provinsi Banten baru terdapat sekitar 84 perguruan tinggi, sedangkan di Kabupaten Tangerang baru terdapat 15 perguruan tinggi.

“Nah, ini tentunya masih sangat terbatas. Karena itu, kehadiran dua politeknik baru ini sangat dibutuhkan.

Apalagi program studinya benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan kesehatan saat ini,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, program studi teknologi bandara saat ini baru tersedia di dua perguruan tinggi di Indonesia.

Padahal hampir seluruh pemerintah daerah membutuhkan tenaga profesional di bidang tersebut.

Selain itu, tenaga fisioterapi juga masih sangat terbatas di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Lukman juga menyoroti tingginya kebutuhan tenaga kerja hospitality, baik di wilayah Banten maupun luar negeri.

Menurut dia, industri pariwisata dan perhotelan terus berkembang, namun ketersediaan SDM terampil masih belum mampu memenuhi permintaan pasar.

Termasuk kebutuhan tenaga kerja di kapal pesiar dan jaringan hotel internasional.

“Ini momentum yang sangat tepat dari Pemda Kabupaten Tangerang. Dua politeknik ini akan menyiapkan SDM yang daya serap kerjanya sangat baik di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini,” katanya.

Pihaknya menargetkan seluruh persyaratan administrasi dan akademik pembentukan kedua politeknik tersebut dapat diselesaikan pada Juli 2026.

Dengan begitu, Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer diharapkan sudah dapat mulai beroperasi paling lambat September atau Oktober 2026.

“Harapan kami tim bisa bekerja keras memenuhi seluruh persyaratan.

Kalau semuanya berjalan lancar, September atau paling lambat Oktober nanti dua politeknik ini sudah bisa beroperasi,” tutup Lukman.

(Trisno)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan