Lebak, Matapost
Bapak bejad,” setubuhi anak kandung selama 7 tahun akirnya di cokok polisi. Senin (24/10)
RA 53 tahun dijerat pasal berlapis atas perbuatannya, tersangka seorang PNS ini dijerat Pasal 76D jo Pasal 81 dan atau Pasal 76E jo 82 UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak subsider.
Pasal 6 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan atau Pasal 289 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara atau denda 500 juta Rupiah.
RA seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) pemerintahan Lebak Banten ditangkap polisi karena melakukan tindakan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri sejak tahun 2016 sampai 2022. Selama kurun waktu 7 tahun.
Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan mengatakan pelaku berinisial RA (53) itu mencabuli anaknya sendiri M (22) hampir tujuh tahun.
“Pelaku melakukan pencabulan mulai tahun 2016 lalu, saat korban berusia 16 tahun atau usia di bawah umur,” ujar AKBP Wiwin dalam keterangannya di Lebak, Minggu.
Korban pada 2016 saat itu hendak pergi ke sebuah pondok pesantren di daerah Jawa Tengah bersama ayahnya menggunakan bus. Namun, korban tertidur di atas bus dengan posisi kepala bersandar ke bahu ayahnya ( tersangka).
Selanjutnya, ayahnya yang ditetapkan tersangka itu merangkul korban dengan menggunakan tangan kanannya dan meremas dada korban sebelah kanan berulang kali.
“Perbuatan tak senonoh itu, korban terbangun dan langsung melepaskan tangan pelaku,” katanya.
Menurut dia, kasus pencabulan yang dilakukan tersangka kembali terulang pada Juni 2017, dengan masuk ke dalam kamar saat korban sedang tidur.
Tersangka lantas memegang tangan korban, juga meminta anak kandungnya untuk diam sambil mengutarakan kalimat ancaman hingga korban ketakutan.
“Selanjutnya, tersangka menyetubuhi korban,” katanya
Ia mengatakan, tersangka kembali melakukan aksinya pada Kamis (22/7) lalu, sekitar pukul 21.30 WIB usai mengirim pesan kepada korban lewat aplikasi WhatsApp.
Namun, pesan itu tak dibalas oleh korban karena ketakutan,
Akan tetapi, pintu kamar korban tak terkunci, sehingga tersangka masuk ke dalam dan melakukan perbuatan tak senonoh itu lagi.
Kepolisian setempat kini sudah mengantongi kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri itu, dengan sejumlah bukti di antaranya hasil visum, tangkapan layar berisi pesan tersangka, hingga pakaian korban serta pengakuan korban maupum tersangka.
Red / matapost.com